Hai, Aoi-desu =_____=/
gomen ne.. kali ini Aoi benar-benar stress walaupun sebenarnya dari kemarin Aoi mencoba untuk tetap tenang namun hari ini Aoi benar-benar pusink...
kejadian ini terjadi pas makan malam.. tidak biasanya semuanya makan bersama karena sudah terbiasa dengan kehidupan yang tidak bertemu satu sama lainnya....
menu makan malam kali ini adalah menu yang di beli dari luar dan secara tidak sengaja ada sebuah 'kesalahan' dan terjadi keributan kecil... Aoi yang tidak tahan,akhirnya memutuskan untuk keluar kamar dan walaupun berusaha untuk menenangkan tapi seperti biasa... jawaban dari sang ototo yang paling kecil... ya... lebih sinting.. Aoi tidak terlalu perdulikan...
lalu keributan terjadi di mulai pada saat Aoi hanya bercerita kepada otosama.. tapi okasama yang menjawab... dan menambahkan dengan sindiran... Sifat Aoi yang sekarang sudah lebih frontal,... terkesan selalu negatif oleh okasama... padahal semua itu Aoi katakan berdasarkan apa yang selama ini Aoi dengar...
dan...
keributan terus terjadi oleh okasama..
padahal Aoi hanya mengatakan apa yang sebenarnya saja... dengan 1 topik...
sedangkan okasama terus menerus memojokan Aoi dengan berbagaimacam hal.. seperti ...
pekerjaan...
kesehatan...
sifat...
pertemanan...
bahkan ... hal yang Aoi suka... semuanya dikomentari dengan hal-hal negarif...
jujur... Aoi semakin bingung...
Jutek.. galak.. sombong... tidak punya teman & pacar... keras kepala... anak yang gak berguna... cuma bisanya nyusahin orang tua... bekerja hanya berdasarkan hobby jadinya gak maju-maju...
dan masih hal lainnya yang terus dilontarkan kepada Aoi...
mendengar itu.. sungguh sangat menyedihkan.. jika Aoi ingin mengatakan dari awal.. Aoi sudah berusaha mengikuti seluruh perkataannya sejak Aoi di SMP... apapun Aoi lakukan walaupun mengorbankan kesukaan maupun waktu Aoi agar tidak ada keributan oleh okasama..
tetapi..
kenapa disaat Aoi ingin melakukan hal yang Aoi suka.. selalu saja dianggap negatif...
Aoi sudah berusaha memberikan banyak waktu di rumah dari pada jalan-jalan diluar karena.. Aoi tahu... Aoi harus bantu mengerjakan pekerjaan rumah maupun mengikuti arahan okasama yang sebenarnya itu kesenangan maupun kebutuhan okasama.. bukan Aoi...
Aoi melepaskan apa yang paling Aoi suka... musik... Aoi sudah melepaskan dengan berat walaupun Aoi sebenarnya ingin masuk ke sekolah musik dibandingkan desain yang merupakan pilihan ke 2 dari hal yang Aoi suka karena Aoi tidak mungkin masuk ke ekonomi sesuai keinginan maupun kesukaan okasama.. Melepaskan dunia musik.. sama seperti melepaskan bagian tubuh Aoi.. berat namun Aoi tetap berusaha dengan hal lainnya...
Aoi sudah menyediakan waktu untuk tetap bersabar dan melakukan hal-hal yang sebenarnya 'tidak biasa' untuk diusia Aoi sejak masih sekolah.. mungkin terdengar seperti membantu 'orang tua' namun... menghabiskan waktu di dapur, menemani & mengantar okasama berbelanja bulanan maupun belanja pribadi, mengantar dan menunggu okasama disaat kerja maupun acara bersama dengan teman-temannya... apakah itu.. hal yang wajar?
Aoi... bingung... Aoi tidak tahu harus bagaimana... Apa Aoi harus terus menerus mengikuti perkataan okasama walau terkadang okasama tidak mau mengakui jika ada kesalahan pada Aoi walaupun itu dari pilihan okasama?? Apakah ini kebebasan untuk Aoi jika terus menerus disindir oleh okasama?
Semua itu selalu di pandang negatif dan yang paling menyakitkan adalah.. 'Aoi tidak pernah membantu apa-apa kepada dirinya'
jika ingin dibantah..
siapa yang selama ini membantunya mengerjakan pekerjaan dapur?
siapa yang selama ini mengantarnya berbelanja? pergi kantor maupun menjemput walaupun dalam keadaan sakit?
bahkan berusaha menenangkan dan menjadi penengah disaat keadaan keluarga hampir hancur?
tapi itu semua...
tidak ada apa-apanya??
lalu.. untuk apa prestasi selama ini Aoi dapatkan? untuk apa kelebihan-kelebihan yang Aoi tunjukan? untuk apa.... UNTUK APA!!!
ya... ini semua.. alasan mengapa Aoi lebih sering berkata dengan 'MATI' jika sudah mendapatkan rasa kesal yang begitu dalam dan Aoi-pun sudah tidak bisa tersenyum didepan keluarga.. SULIT... SANGAT SULIT..
rasa sakit yang sudah banyak tertahankan... sudah tidak bisa ditahan lagi selain diam dan memikirkan kata "MATI' di dalam pikiran..
*sigh
Kesendirian yang Abadi..
mungkin ini juga mengapa Aoi selalu sendirian... tidak ada seseorang yang benar-benar Aoi sayangi maupun benar-benar ada disisi Aoi.. karena Aoi tahu.. masih banyak masalah pada kehidupan Aoi dan Aoi tidak ingin menghancurkan kehidupan orang lain...
terlebih....
dengan penyakit yang ada pada Aoi...
ini-pun tidak ada seorangpun yang tahu.. hanya Aoi saja yang tahu penyakit ini.. dan entah sampai kapan penyakit ini akan terus menyerang...
*sigh
Aoi hanya berharap.. kehidupan Aoi tidak akan lama disini.. ya... Aoi akan tetap mencoba dan terus berusaha... dan semoga saja.. tidak akan ada hari dimana Aoi harus di'rawat'... Aoi lebih memilih Mati dari pada harus menanggung banyak beban lainnya...
ya..
sekian dulu dari Aoi... maaf untuk postingan ini..
jya...
oyasumi goodnitez...