Kegiatan hari ini cukup dikatakan melelahkan? Menyenangkan? *sigh sebenarnya tidak keduanya. Banyak permasalahan yang Aoi pikirkan walau sebenarnya tidak seharusnya dipikirkan juga.
Jika sesuai dengan rencana, hari ini akan diadakan sebuah pesta kecil-kecilan yang dimana akan diudang salah satu 'calon' mantu dari saudara. Ya, pada awalnya akan berbagaimacam 'sesi repot' yang harus Aoi lakukan. Namun nyatanya tidak jadi karena beberapa alasan.
Selain itu, ketika Aoi baru datang, entah mengapa Aoi cukup merasa bangga dengan penampilan Aoi sekarang. Bukan sombong, namun yang menyebalkan adalah ketika orang tua terlebih ibu, mulai membandingkan anak-anaknya. Awalnya Aoi yang selalu mendapat celaan buruk. Ini bukan hal untuk pertama kalinya, tapi setelah sekian lama dari Aoi kecil. Hingga akhirnya baru sekarang keadaan mulai berubah. Aoi tentu saja akan berusaha untuk lebih walau sekarang sepertinya sedang sulit terlebih Aoi dihadapkan dengan keadaan yang serba membingungkan.
Setelah beberapa jam berlalu dengan sikap Aoi yang selalu cuek, ketika seluruh anggota berkumpul, tiba-tiba saja seluruh orang tua aka ibu berkumpul dan kembali membandingkan anak mereka didepan anak mereka sendiri. Rasa sedih bercampur bangga menjadi satu. Bangga karena salah satu orang tua yang sempat Aoi merasa kesal kini dalam keadaan 'terpuruk'. Namun sedih karena pembahasan yang dilakukan secara terus menerus adalah perbandingan anak satu dengan anak yang lainnya. Bahkan terlihat masa depan mereka seperti di atur.
Jujur, Aoi tidak bisa melihat dari sudut sebuah 'saran', tetapi seperti sebuah 'perintah'.
Dimana nada untuk memerintah ataupun menyarankan, Aoi bisa mengerti walaupun banyak yang mengatakan bahwa masing-masing hanya memberikan 'saran'. Tetapi dari setiap karakter yang ada dan pernah ditemui, lebih banyak yang memberikan 'perintah' dibalik sebuah 'saran' yang diucapkan.
*sigh
Walau Aoi dalam keadaan yang sama (dalam gender) namun apakah baik jika,
- orang tua membandingkan anak mereka dengan anak orang lain
- terus menerus membicarakan kekurangan anak mereka dengan kelebihan yang lainnya
- membicarakan kelebihan anak orang lain dan mencari kelemahan yang ada pada anak orang lain itu?
- mengatur segala keputusan yang akan dipilih dan dijalankan anak, padahal belum tentu orang tua itu sendiri mengerti keadaan, situasi, ataupun apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh anak?
- apa nantinya orang tua harus selalu berada didalam lingkup anak walau anak sudah memutuskan untuk hidup mandiri?
dan masih banyak hal lainnya yang cukup membuat Aoi merasa kesal dan lelah.
Aoi hanya bisa berkata bahwa tidak semua keputusan yang diambil oleh orang tua adalah terbaik untuk anak mereka. Walau keputusan anak belum tentu benar, tetapi segala waktu sudah berubah. Orang tua memang berpengalaman, tetapi apa orang tua melihat sisi lain dari waktu yang berjalan pada saat ini? Apa orang tua melihat bagaimana perjuangan anak dalam menghadapi segala tuntutan yang diminta orang tua?
Karena yang selalu ada adalah..
Orang tua yang bangga jika anak berhasil menjalankan apa yang dilakukan sesuai rencana orang tua...
Orang tua yang selalu menjelekkan, bahkan menjatuhkan jika hasil yang dilakukan anak tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan...
*sigh
Banyak hal yang Aoi dengar, bahkan pada diri Aoi sendiri.
Selalu dibanding-bandingkan, mendapatkan celaan dan segala kata-kata buruk jika mengalami kegagalan dan merasa bangga jika Aoi berhasil. Tetapi mereka lupa bahwa segala perjuangan yang Aoi alami itu adalah usaha dari Aoi sendiri walau dibantu oleh mereka dalam hal keuangan dan kehidupan ( makan dan tempat tinggal ). Banyak orang tua yang lupa bahwa dukunganwalau secara langsung ataupun tidak ( dalam bentuk kecil sekalipun ) dapat membantu meringankan beban pikiran yang dialami anak.
Aoi sebagai anak sungguh pernah mengalami masa-masa itu. Masa-masa sulit dimana butuh dukungan dari sekeliling, tetapi yang ada.. masalah yang terus berdatangan, tidak ada siapapun disekeliling Aoi, banyak teman yang lebih memikirkan urusan mereka, sahabat yang berjanji yang hanya menjadi janji palsu dan bahkan... orang tua yang lebih memikirkan dirisendiri bahkan banyak 'menjatuhkan' rasa semangat yang ada. Segala tindakan dan usaha yang dibuat tidak dilihat sedikitpun , selalu dinilai buruk dimata mereka dan tidak bisa menyadari segala akibat perbuatan mereka, hingga berakhir menyalahkan anak sebagai keburukan yang ada...
*sigh
lebih dari 1 bulan lamanya, Aoi merasa stress dan mengalami anoreksia. ( sebenarnya inilah mengapa Aoi bisa berubah begitu drastis dalam hal fisik , sifat maupun kelakukan Aoi kepada sekeliling Aoi ) . Hilang rasa kepercayaan dan rasa hormat kepada sekeliling, sebenarnya karena lingkungan yang tidak mendukung disaat Aoi membutuhkan. *sigh namun tidak ada yang menyadari bahkan terus melakukannya..
*sigh
Ya, sudahlah... Aoi hanya bisa menerima bahwa inilah 'jalur' kehidupan yang harus dijalankan dan entah bagaimana akhir dari cerita kehidupan itu.
Hari inipun Aoi memang cukup mendapat banyak kelebihan atas usaha Aoi, walau demikian tetap saja masih ada hal yang terus dibahas tanpa melihat apakah mereka sebenarnya pernah mendukung atau tidak... Apa yang sebenarnya mereka sudah lakukan? Apa mereka mengerti apa yang Aoi rasakan sebenarnya setiap kali mereka berbicara demikian?
*sigh
ya... Aoi hanya bisa menghela nafas untuk segala kejadian yang ada. Semoga saja Aoi bisa terus bertahan hingga hari 'kebebasan' itu tiba...
Ok.. jya... ^___^/


















