2/08/2017

Budak Uang ?

Yo~ Aoi desu

Judul kali ini cukup membingungkan ya~
Hahahaha..

Ya, Aoi ingin berbagi sedikit pengalaman yang benar-benar terjadi siang ini.
Kejadian ini bukan hal baru, namun tetap saja Aoi merasa lucu nan ajaib!

Pertama-tama...

( tanpa panjang lebar, sepertinya sudah bisa menebak apa yang baru saja Aoi lakukan ) 
Aoi ingin bertanya... Berapa ' angka ' yang tertera pada kolom total? 
33,000 ? atau 35,000 ?

( tanda ' koma ' untuk ribuan - tanda ' titik ' untuk sen ) 

X3
Bagi Aoi, itu terlihat 33,000 , namun bagi si Bapak Foto Kopi, itu terlihat 35,000  

eh? benarkah? Aoi salah baca? Aoi butuh periksa ke dokter mata? 

Hmmm.. 
X3 
Mari kita lanjutkan... 

Bagian Laminating yang terlihat sangat mahal.. mari di abaikan... 
2 x 10.000 = 20,000 
Ping! Pong! benar! 

Namun... 
64 x ... = 13,000 ??? 

X3
Mari ambil kalkulator masing-masing... 
13.000 / 64 = 203.125
Lalu mengingat ini tahun 2017... adakah nilai mata uang ' 3.125 ' rupiah? 5 perak pun tidak ada. 
Jadi kemungkinan besar jika bukan 200 rupiah... 300 rupiah atau 500 rupiah ( sejauh dan paling mahal Aoi pernah foto kopi ) untuk 1 lembar nya.. 

Jika mengambil 200 rupiah... maka...
64 x 200 = 12,800
64 x 300 = 19,200 

Ah! Dari 2 pilihan, yang paling mendekati adalah 200! XP Jadi 1 lembar yang di gunakan adalah 200. 
Dari 12,800 menjadi 13,000 ... Masih wajarlah... 

Lalu.. 
Mari kita jumlahkan X3 13,000 + 20,000 = 33,000 

... 

33,000 , bukan?? Lalu.. mengapa 35,000 ?? 

XP 

Ya... inilah pertanyaan yang Aoi pikirkan saat Aoi melakukan transaksi... 

Kejadiannya ketika Aoi datang untuk mengambil titipan.. 
Aoi : Pak, jadinya berapa? 
Bapak : *baru mau keluarin bon* 35 ribu, mbak
Aoi : hmm? *keluarin duit - liat bon* eh? 33,000 kan? 
Bapak : gak, 35,000
Aoi : huh? *bingung sambil ketawa* bukannya ini 33,000 ? 
Bapak : *ambil struk - liat lagi* bukan, ini 35,000 
Aoi : .... *kasih duit - senyum - selesai ambil kembalian langsung ketawa dalam hati 



Mengapa?
Pertanyaan yang sangat lucu selain si Bapak yang ngotot itu bertuliskan 35,000 ... Sebenarnya jumlah fotokopian yang Aoi sudah hitung semalam sebelumnya adalah 30 lembar x 2. Dengan kata lain, jika di total berjumlah 60. Mungkin itu jumlah bufalo yang Aoi gunakan untuk jilid? Namun bukannya itu sudah termasuk dengan ' uang jilitan ' ? ( selama ini yang Aoi bayar untuk jilid adalah bahan jilid + bufalo / kertas mika yang digunakan )

Jika memang 4 lembar tambahan bufalo itu termasuk dalam jumlah foto kopian, lalu 2,000 itu... biaya apa? 

X3
Ya... Di ambil positifnya saja.. Mungkin si Bapak lupa memasukan beberapa biaya lainnya yang tidak dapat dituliskan..

Hahahaha...
Miris nan ajaib, ini bukan hal pertama sebenarnya. Banyak hal lainnya yang Aoi alami yang tidak lain berurusan dengan uang...


Uang dan uang...
Beberapa kali Aoi ' tertipu ' dengan cara seperti ini. Bukannya Aoi tidak belajar, namun secara pribadi Aoi tidak ingin ambil ribut. Cukup tahu dan sekian.

Kejadian yang di alami tidak hanya dilakukan oleh orang lain, tapi dari orang-orang terdekat seperti keluarga juga terjadi. Oleh karena itu, Aoi sebenarnya sudah cukup lelah dan memilih tidak ambil pusing...

Pribadi, dalam hal ini Aoi cukup kecewa.
Sebenarnya Aoi sangat sering menggunakan jasa di sana. Hampir setiap akhir bulan Aoi menggunakan jasa disana untuk keperluan tugas. Namun baru pertama kali Aoi menggunakan jasa dalam jumlah banyak dan langsung terjadi seperti ini..

Kecewa... sedih...
Bukan masalah uang, tapi rasa percaya yang sulit untuk dituliskan ataupun diucapkan...
X3

" Rusak Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga "

X3
Rasa percaya pada orang lain... Rasa percaya pada pertemanan... Rasa percaya pada Keluarga..
Semakin lama semakin menipis.

Keributan dan kekecewaan yang sering terjadi bukan karena salah paham.. Namun tidak lain karena UANG. Ya, Uang dan Uang.


Apakah kalian budak uang? 
Sebegitunya berusaha mendapatkan ' rupiah ' dengan iming-iming, sindiran, kebohongan, dan masih banyak lainnya..


X3
Dari banyak kejadian yang berhubungan dengan uang, yang paling miris dan selalu terngiang di dalam otak adalah...

" Menilai orang berdasarkan besarnya uang yang didapatkan. Jika orang tersebut besar memberikan uang maka orang tersebut adalah orang baik. Jika orang tersebut tidak memberikan uang apa-apa, maka orang tersebut pelit dan tidak patut di temani " 

Hahahahaha...
Miris namun inilah kenyataan yang sering Aoi lihat , dengar dan rasakan sendiri.

Setiap kali mendengar pembahasan ini, Aoi memang memilih untuk diam.
Mengapa?
Aoi sudah cukup lelah. Aoi memang tidak punya banyak uang dan sangat di kenal dengan pelit.
Namun ada 1 hal yang Aoi tanamkan dalam diri...

Aoi pelit karena Aoi tahu bagaimana susahnya bertahan hidup dengan uang seadanya. Pelit dan hemat memang tipis. Namun jika berurusan dengan Uang terlebih ada kasus seperti ini, Aoi memilih untuk pasrah. Aoi tidak ingin ambil ribut.. dengan 1 alasan mudah..

" Anggap saja buang Sial "

X3
Berbaik dengan kasus ini, Aoi kembali tidak ingin mengambil pusing. Kembali bukan masalah Aoi hitung-hitungan ( namun jika ada yang menganggap demikian, tidak apa. karena ' kalian ' bukan Aoi X3 ). Aoi kecewa karena tidak ada kejujuran.

Karena..
Aoi juga pernah kejadian seperti ini. Ketika sang ' boss ' tidak ada uang kembalian aka recehan, beliau jujur mengatakan demikian dan dengan mudah Aoi mengatakan ' tidak apa. ambil saja '

X3
Mana yang lebih enak?
Jujur dan memberikan dengan rela hati

atau

Bohong ( dan ketahuan ) , tetap memberi namun dengan berat hati ?

X3


Namun, Aoi teringat...
Walau banyak menemui hal seperti ini.. Tetap masih ada mereka yang berada di jalur lurus...

1/30/2017

Thanks for the support

Hai, Aoi desu~

Dari sekian lama melakukan piano cover, tuk pertama kalinya Aoi dalam posting hasil cover mendapat banyak notes~

Arigatou minna~
X3