3/09/2010

haah.. belajar 2 hal dalam 2 hari

ya.. entah ini cuma perasaanku atau kah memang benar??

kemarin dipagi hari aku melihat suatu berita yang menurutku itu benar2 berita geje..
bukan karena berita nya..
tapi yang melakukan nya itu yang menjadi berita geje!

melarang seseorang untuk datang berkunjung karena dugaan dugaan dan ketakutan yang ada...
ok.. itu yang pertama

lalu yang kedua..
saling menjelekan seseorang tapi membawa-bawa agama hanya karena dia dipecat karena kesalahannya sendiri... itu bukannya hal teraneh yang pernah aku dengar?
udah salah, malah ngomel2?

ok..
dan yang terakhir kalinya adalah dikelasku sendiri..
ada pertanyaan..
"jika ada anak kecil berumur 4 tahun bertanya tentang santa klaus, apa yang harus kita jawab?"
tentu saja aku menjawab ada!
tapi tidak demikian oleh guruku..
dia mengatakn bahwa kita harus mengatakan tidak ada?
mengapa?
karena memang tidak ada dan dia sudah membaca bukunya...

tapi itu tidak logis?!
seorang anak apa lagi 4 tahun jika dikatakan seperti itu.. memang dunia kenyataan lebih terbuka lebar dengan cepat.. tapi bukankah itu menghilangkan daya imajinasinya?
mengapa tidak menggunakan ibarat ataupun kata-kata lain selain langsung to the point?

ya.. dari 3 hal yang aku ceritakan, itu mempunyai pandangan yang berbeda..
oh.. tentu saja..
selain pandangan yang berbeda, yang pastinya dalam hal agama pun berbeda..
aku bukannya membawa-bawa agama.. tapi salah satu diantaranya adalah agama yang aku peluk.. jadi aku tidak takut untuk mengatakannya..

bagiku.. bukan agama mereka yang salah.. tapi pandangan merekalah yang salah...sehingga agamapun terbawa
ok.. aku tidak membahas itu..
yang aku ingin bahas adalah..
apakah mereka pempunyai daya pikir 'penakut'?

  • dalam kasus pertama: kedatangan orang pertama masih dalam perencanaan, tapi sudah ada penolakan besar2an karena adanya ketakutan dan dugaan.. bukankah itu tergambarkan jelas bahwa itu kalah sebelum bertanding?
  • dalam kasus kedua: berani menjelekan seseorang dibelakang dengan membawa2 agama...dalam hal ini aku merasa bahwa apakah dia tidak pernah diajarkan atau mengetahu bahwa jangan mencampur adukkan urusan pribadi dengan agama?
  • yang ketiga: mengatakan sejujur2 nya itu baik.. tapi saat diberikan pandangan yang lain, dia malah menghindar dan tetap teguh pada pendiriannya. bukankah itu sama saja dengan keras kepala dan takut menghadapi yang namanya KEKALAHAN?
ya.. dari 3 kasus dalam 1 hari itu, aku menyimpulkan bahwa orang-orang yang terkadang kita hormati itu tidak sepenuhnya mempunyai daya pikir yang sesuai.. mungkin lebih banyak yang negatif nya dibandingkan dengan positifnya..
aku tidak tahu bagaimana dengan yang lainnya.. tapi disekelilingku ini kurang lebih seperti itu..
haaah...
dunia memang sudah kacau balau...

(jika memang ada orang yang membaca tulisan ini dan sekilas langsung marah dan mengatakan bahwa ini melanggar hal ini-itu...dan apalah... aku rasa dia juga hanya berfikir pendek... tidak menganalisa dulu kasus dan perkaranya)

ok.. itu hari pertama..

di hari ke 2...
aku mulai belajar sesuatu lagi..
dari yang permasalahan teman...
aku rasa tidak selamanya orang yang kita anggap itu akan menyenangkan, seterusnya akan selalu menyenangkan.. mungkin yang ada adalah menyebalkan...

teori itu memang sudah ada lama...
tapi aku baru menyadarinya saat2 ini...
dua orang yang mempunyai sifat berbeda dan dua2 nya bertolak belakang denganku..
tapi mempunyai persamaan yang membuatku merasa kesal sekali..

yang pertama
dia tetap teguh pada pendiriannya dan tidak merasakan apa yang sudah dia lakukan sebelumnya.. ya.. tidak sadar akan bukti yang ada.. (terjadi saat guruku mencoba menjatuhkanku.. tapi sepertinya gagal karena aku bisa memberikan bukti padanya hingga akhirnya diam tidak berkata apa-apa)

dan yang kedua..
aku sudah menganggapnya sebagai sahabat..
ya.. sahabat dekat yang aku rasa bisa memang dijadikan sahabat.. (kebetulan aku memang sulit sekali mempunyai yang namanya sahabat)
tapi..
apa coba yang dia lakukan..
perlahan dia menghilangkan rasa kepercayaanku padanya..

aku memang orang mudah terpengaruh..
tapi aku sulit mempercayai orang...

aku memberikan rasa percayaku padanya..
tapi dia perlahan2 menghilangkan rasa percaya itu hingga saat ini aku mulai merasa gerah dan tidak perduli padanya...

ya.
aku tidak tahu apakah pemikiranku ini salah atau tidak..
tapi..
yang pasti aku tahu satu hal..

aku memang harus lebih berhati-hati pada orang-orang disekelilingku..
terlebih kepada keluargaku...

HLH (Home Like Hell) ya..
aku harus bisa bertahan.. hingga jika pada saatnya aku keluar, tidak ada yang bisa menghalangiku dengan bukti-bukti yang sudah dilakukannya padaku selama ini...
ya...