Kegiatan hari ini aku merasa cukup menyenangkan... tapi dari kesenangan yang ada aku merasakan kekosongan yang banyak...
Pertama karena electoneku rusak ><>
Yang kedua entah mengapa keseharianku terasa kosong dan wasting time... aku mencoba membuat beberapa pekerjaan yang cukup ringan dengan waktu yang cepat.. bahkan yang anegh na, tugas yang seharusnya dikerjakan terlebih dahulu malah aku lupakan... aneh memang... parahnya, aku menghabiskan waktu 2 hari hanya untuk menonton dan bermain..
Aku sudah mencoba berbagai cara untuk menghilangkan kekosonganku dengan
· Membaca komik
· Membuat cerita (rat M_Yaoi, salah satu cara membuatku merasa senang)
· Menonton film yang sudah berkali-kali aku tonton...(ochaken, tenimyu, pororo...n yang lain na)
· Mendengarkan lagu-lagu
· Memainkan game yang sudah lama tidak aku mainkan
· Mengerjakan pekerjaanku yang simpel... tapi justru tugas yang dekat aku biarkan hingga saat ini...
· Dan lain2...
Entah mengapa aku masih merasa bahwa hariku terasa membosankan...
Hari ini aku lebih menyadari bahwa aku merasa seperti orang lain di dunia lain...
Aku bisa mengatakan demikian karena saat aku di gereja, aku merasa diriku seperti orang lain. ya, pokok nya bukan seperti diriku sendiri. lalu saat sudah selesai pun, aku merasa bingung apa yang harus aku lakukan. Seperti orang bodoh? Aku rasa demikian... tapi bagi yang lainnya, mereka mungkin hanya merasa bahwa sudah seperti itulah aku..
Lalu di rumah...
Memang malam ini tiba-tiba saja nyoka sharing... tapi bagiku bukanlah suatu sharing.. mengapa? Inilah yang dikatakan olehnya...
· harga bensin sudah naik dari kemarin. Yang diketahui olehnya bahwa biasanya orang yang tidak membetulkan kendaraannya di bengkel resmi, maka akan menggunakan bensin yang lebih baik agar lebih awet. Sedangkan jika dibetulkan di bengkel resmi, maka sebenarnya semua baik-baik saja karena semuanya diganti.. (dalam kenyataannya, bensin yang digunakan sekarang adalah bensin yang baik. Apakah ini artinya ingin kembali ke bensin yang biasa?)
· sebentar lagi dia akan pergi keluar untuk sesaat. Untuk itu dia ingin mempunyai sebuah kamera poket... dia ingin na yang simple dan mudah. Tetapi berbeda dengan yang lainnya yang mengatakan bahwa sebaiknya membeli yang skaligus bisa ukuran poster.. tentu saja terjadi keributan kecil... (nyatanya sebenarnya ada yang sudah lebih bagus.. SLR... tapi karena tidak suka dengan yang ribet, makanya diacuhkan.. padahal ada handycam... tapi ya... begitulah...)
· pengeluaran skarang bertambah banyak dikarenakan dari uang sekolah dan lain2nya. Terlebih lagi adikku yang akan naik ke tingkat baru.. ya... ditengah itu semua, masalah yang ada adalah bahwa dia lagi banyak perawatan dan membeli obat ini-itu dengan harga yang ya... begitulah.. selain itu dia juga ditengah2 itu ingin mempunyai sebuah laptop.. entah apa alasannya.. lalu... katanya bahwa tidak ada yang merasakan bagaimana nya uang terus keluar dan hanya seenak-enaknya saja...(aku bingung apa yang harus aku katakan.. apa yang harus aku lakukan? Dengan berbagai macam kenyataan bahwa aku selalu saja mengikuti segala arahannya...)
dari itu semua aku hanya bisa diam. Dia diakhir cerita nya itu, selalu mengatakan bahwa.. dia tidak marah. Hanya ingin share... ingin ada yang membantu berfikir...
tapi.. bukankah itu sama saja dengan ingin mengatakan bahwa dia ingin aku segera mendapatkan uang??
Jujur saja, aku memang tidak bisa yang namanya berdagang.. banyak yang kagum pada diriku bahwa aku bisa mengikuti segala keinginan dia dan mengatur waktuku. Tapi disisi lain aku merasa sedih karena aku selalu saja secara tidak langsung dibandingkan dengan saudaraku yang seumuran denganku sudah bisa mendapatkan pemasukan yang lebih..inginkah dia aku seperti itu? selalu pulang malam dan lebih memikirkan pekerjaan dari pada kuliah?
Dulu aku pernah mengatakan seperti itu, tetapi dia malah mengatakan bahwa aku harus konsen pada kuliahku.. tapi ditengah itu semua dia selalu mengatakan hal yang sama terus menerus... aku merasa bahwa aku tidak kuat menjadi pilar utama keluarga.. aku memang anak pertama tapi aku merasa bahwa aku tidak bisa...
Aku.. tidak ada kemampuan ataupun kelebihan..
Kelebihan yang aku ada dan aku dapat simpulkan dari orang-orang disekitarku hanyalah...
Kebaikan...
Kesabaran...
Dan ke-loyal-an...
Ya.. hanya itu...
Apa yang bisa didapatkan dengan itu semua?
Hidupku terasa kosong dan hampa... itu sudah aku rasakan sejak memasuki SMA... ya... sudah 5 tahun hingga saat ini...
Aku memang ingin membantu orang tanpa meminta apa-apa walaupun terkadang banyak orang yang suka salah menilaiku dan ya.. memanfaatkanku juga..
Kesalahanku adalah bahwa aku selalu saja terlambat untuk menyadarinya dan aku tidak sadar dengan tindakanku sendiri...
Hingga akhirnya aku tersadar sendiri bahwa aku ini bukan apa-apa... hidupku rasanya hanyalah untuk mengabdi..mengabdi pada keluarga yang sebenarnya aku merasa bahwa ini bukanlah suatu keluarga.. aku tidak merasakan apakah arti dari keluarga itu sendiri...
Aku sudah menutup diriku pada arti itu.. jika aku membuka hatiku, aku hanya bisa merasa kesal....marah... sedih... muak... dan apalah.. aku sudah tidak mau membahasnya..
Tiap mendengar ataupun melihat apa itu keluarga (teman maupun film) aku merasa sedih..
Sedih yang paling dalam..
Rasa iri yang begitu besar memenuhi pikiranku...
Jika terus dilanjutkan, yang ada hanyalah akan terus terungkapnya tentang keluargaku hingga aku menjadi anak yang lemah.. (aku sempat bersumpah pada diriku sendiri untuk tidak menjadi anak yang lemah, tetapi sumpah itu hilang ketika aku menemukan BF ku dan sampai saat ini akhirnya aku kembali menjadi anak yang lemah...)
Hahahaha.....
Sudahlah...Itu semua sudah aku tidak pikirkan... yang aku pikirkan adalah bagaimana dan apa yang harus aku lakukan?
tidak sepintar teman-temanku...
kelebihanku tidak bisa menghasilkan apa-apa...
aku ada sepertinya hanya untuk melayani orang-orang di rumah ini saja. Jika ada kesalahan, langsung dibahas seaakn-akan tidak ada yang pernah aku kerjakan sebelumnya...
aku sudah mencoba sebisaku tetapi masih saja banyak keluhan..
aku selalu takut dan tidak berani salah? Itulah kata2 dari guruku. Aku memikirkannya sejenak.. aku bukannya takut salah. Tapi setiap kali aku melakukan kesalah, selalu saja kesalahan itu dibahas seakan-akan aku tidak pernah memberikan yang maksimal dari dirku.. ya.. itulah yang selalu terjadi...
apakah yang menjadi hal utamaku dan terpenting bagiku...?
aku rasa jawabannya hanya satu... hanya hingga saat ini...
TIDAK ADA...
Ya... tidak ada yang berarti...tidak ada yang berharga... tidak ada yang bisa aku andalkan...
Terkecuali pada Tuhan yang selalu ada (aku sungguh merasakannya ditengah kehidupanku disaat tidak ada siapapun yang mendukung dan memperhatikanku...) dan boneka-boneka kesayanganku yang selalu menjadi tempatku bersandar... (mereka walaupun merupakan benda mati, bagiku mereka lebih berharga... karena merekalah yang selalu menjadi sandaranku disaat aku merasa lemah)
Dari ini semua bukan nya berarti aku ingin diperhatikan..diperdulikan ataupun apapun...
Aku paling tidak suka dengan yang namanya dikasihani.. bagiku itu semua adalah kemunafikan... lebih baik tidak dari pada setengah-setengah...
Ini hanyalah pergumulanku yang terus menerus terpendam dalam pikiranku ini...
Ya.. inilah aku...
No comments:
Post a Comment