yo... Aoi - desu
Memasuki hari kedua di bogor .. ya, dengan kata lain Aoi ingin sedikit berbagi kelelahan yang cukup menyenangkan, menyebalkan dan ya... banyak hal dan rasa didalam 1 hari itu...
pertama-tama setelah bangun, Aoi isenk memfoto pemandangan dari hotel ( dari kamar tepatnya ) walau terlihat seperti malam...kah?
bangun tidur langsung isenk mengambil gambar dengan kamera...
inilah gambaran yang terlihat jelas dari jendela kamar. indah ya...
Aoi isenk mengubah tehnik pengambilan gambarnya ^^"
seperti inilah gambaran pemandangan selama Aoi masih berada dikamar. lalu kegiatan dilanjutkan dengan menemani rie yang sudah tidak sabar mencoba salah satu fasilitas yang cukup bagus, yaitu kolam renangnya ^^. setelah cukup puas, lalu kembali ke kamar untuk merapikan barang-barang dan bersiap sarapan sebelum memulai perjalanan kembali .. ke kebun raya bogor..
Sebenarnya perjalanan kesana tidak jauh, hanya saja karena ketidak tahuan kita akhirnya sempat nyasar.. bwahaha.. Aoi sih menikmatinya saja... namun... ah sudahlah..kita lanjutkan saja ya ^^
secara kebetulan banyak sekali acara di kebun raya bogor ini.. dari banyak yang berkunjung dari sekolah sampai acara ibu2 yang memang mengisi liburannya disini. jadi Aoi mengajak rie untuk mencari tempat yang lebih sepi untuk berfoto2.. sayang hanya berdua.. jika lebih ramai akan lebih asik, bukan? ^^
inilah pemandangan yang Aoi dapatkan selama perjalanan di kebun raya bogor... untuk yang lainnya sebenarnya masih banyak namun Aoi tidak bisa tunjukan karena lebih banyak ke foto sesi.. hahahaha... so? lets continue... ^^
setelah cukup puas, akhirnya kita kembali ke hotel untuk merapikan barang dan bersiap untuk pulang..
untuk kali ini jalur yang digunakan sedikit berbeda... bukan berbeda dalam arti berganti kendaraan ... tetapi kita berpisah di tempat yang berbeda... dan cukup melelahkan sekali...
setelah cukup berpanas-panas di dalam angkot untuk menuju stasiun, Aoi dan rie segera membeli tiket kereta dan bersiap untuk berangkat kembali ke jakarta.. namun karena ramainya penumpang, akhirnya Aoi memutuskan untuk berdiri ( ^___^" ) sepanjang perjalanan dari Bogor sampai ke stasiun tebet ( tempat rie turun dan langsung berganti tempat ) sampai ke stasiun juanda dan melanjutkan perjalanan dengan busway menuju lebak bulus.
ya, setelah menunggu hampir 30 menit lebih, akhirnya bus datang dan Aoi kembali berdiri kembali... tanpa berfikir panjang, Aoi langsung meletakan tas dan bersandar lalu... kembali menutupkan mata... Aoi sungguh merasa lelah dalam berbagai hal namun Aoi harus tetap bertahan bukan? ( walau sempat beberapa kali hampir terjatuh )
setelah perjalanan berakhir, Aoi langsung kembali ke hum dan beristirahat sejenak untuk mengembalikan tenaga yang sudah terbuang banyak. secara fisik maupun mental.. namun Aoi kembali terbangun bukan karena hal pribadi, tetapi karena suatu kebisingan yang sungguh tidak ingin di dengar..
okasama...menangis...
dan...tidak ada rasa simpati sedikitpun dari...Aoi..
kenapa?
sungguh Aoi merasa geli mendengar seluruh keluhan dan suara tangis okasama yang sebenarnya segala yang dia katakan berasal dari dirinya sendiri tetapi tidak disadari oleh dirinya sendiri...
situasi seperti ini bukanlah hal yang pertama bagi Aoi. jika dihitung,. mungkin ini untuk yang ke tiga kalinya ( kalau dari yang Aoi sadari )
- obachan ( grandma dari okasama ) yang menangis mengeluh ketika sedang sakit.
- okasama ketika mbak Aoi yang lama masih ada ( kini sudah balik ke kampung ) dan saat itu menangis karena 'kalah debat' dengan Aoi.
- okasama kalah debat dengan otosama ( yang Aoi dengar saat terbangun ini )
ketiga situasi yang sama dengan keluhan yang sama...
- "memangnya salahku apa?"
- "...tidak ada yang memperhatikan..."
- "...semuanya aku yang mengerjakan..."
- "...tidak ada yang menghargai..."
- dan masih banyak hal menggelikan lainnya...
padahal itu semua dia lakukan.. yang bagi Aoi cukup mudah... yaitu "Jika ingin dihargai dan di hormati oleh orang lain, maka bersikaplah demikian dengan orang lain juga. Hargai tindakan ataupun segala hal yang diberikan walaupun sederhana. Jangan harap mendapatkan timbal balik jika kau tidak melakukannya... karena hidup itu 'Take and Give'."
ya.. seperti itulah..
dari pada Aoi tambah stress, akhirnya Aoi memilih untuk mendengarkan lagu dengan volume yang lebih besar sehingga tidak mendengar apa-apa..
ya...
cukup sudah rasa lelah yang Aoi terima untuk hari itu...
dan di hari minggunyapun masih banyak hal awkward lainnya yang datang secara terus menerus.. bahkan untuk hari ini.. entah sampai kapan ini akan berakhir...
Aoi tidak menyesali apa yang sudah dilakukan karena bagi Aoi percuma saja... apa yang Aoi lakukan tidak dilihat dan hanya dianggap sebelah mata saja.. jadi... ya... biarkan saja.. Aoi sudah mencoba tetapi nihil ya sudah.. Aoi tidak ingin melakukan sesuatu yang benar-benar sampai menjatuhkan Aoi lagi seperti dulu.. sudah cukup Aoi bermain sandiwara...
walau Aoi akui dan sadari...
tidak ada ( atau sangat sedikit...mungkin ) yang menerima Aoi apa adanya...
jika memang tidak adapun.. ya...ya sudahlah...
Aoi sudah cukup... karena Aoi sendiri juga sudah tidak berharap pada diri sendiri lagi... ya..
ya...
jya...
( #ps: Aoi menyadari kalau sepertinya Aoi terkena anoreksia...bukan karena masalah kegemukan..tetapi lebih karena stress... anoreksia yang sudah dilakukan sejak memasuki masa magang kampus dan terlebih parah disaat Aoi mulai debat hebat dengan okasama. percaya atau tidak.. selama 1 minggu, Aoi lebih banyak minum dan tidak makan sama sekali. lalu sampai saat ini Aoi lebih mengisi perut dengan 1 mangkuk ( mie ) nasi dengan sambal atau kecap. terkadang memang ada lauk, namun dengan jumlah yang minim dengan catatan makan tanpa diketahui oleh okasama ataupun yang lainnya. jadi ya... entah kapan Aoi akan bertahan dengan situasi Aoi yang selalu makan seperti 'tikus' ini... )
No comments:
Post a Comment