Hmmm...
Berbicara dan berfikir sesuatu yang positif dan negative, walau hanya di dalam pikiran itu...
berbahaya ya...
X3
Kejadian ini terjadi 3 hari yang lalu...
Cuaca pagi yang cukup panas namun masih termasuk suhu normal di pagi hari. Jalan raya sudah cukup padat walaupun jam masih menunjukan pukul 6 pagi.
Seperti biasa, perjalanan menuju kantor menggunakan kendaraan umum. Melewati salah satu mobil yang berhenti dan ternyata jumlah penumpang masih sedikit. Aoi memutuskan untuk menunggu mobil lainnya yang siap berangkat , dengan alasan waktu.
Mobil berikutnya datang, tetapi jumlah penumpangnya lebih banyak.
Penumpang banyak = mobil berangkat.
Ya, langsung saja Aoi naik dan mobil angkutan ini benar langsung jalan.
Tetapi ada hal yang cukup menyebalkan bagi Aoi yang juga merupakan seorang penumpang. Ada 2 orang penumpang yang sama-sama berbadan kurus namun yang satu masih muda - yang satu lebih tua
- yang muda - duduk di paling pojok dalam - mainan hp - dan duduk miring aka jatah 2 orang bisa di dudukin malah di ambil semua ( dengan kata lain, sandaran )
- yang tua - jatah duduk 4 orang dengan semua badan kecil, namun ibu ini meminta sang anak sekolah yang kebetulan duduk dekat pintu keluar untuk bergeser, dan saat di lihat, bapak yang baru masuk itu bisa duduk dengan posisi kaki di buka lebar, sedangkan sang ibu duduk menempel ke anak dan masih ada jarak antara ibu & bapak itu. Kasian sang anak yang duduknya malah setengah.
Beruntung saja, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30 - 45 menit. Aoi sempat menahan marah karena yang muda itu
Namun berlanjut dengan hal lainnya..
Penumpang yang merokok di dalam angkutan umum. Memang tidak ada stiker apapun namun tetap saja...
*sigh
Selain itu ada penumpang ibu-ibu yang super ribet. Padahal tempat duduk bias di muati 5 penumpang, namun ibu tersebut menempel ke Aoi. Aoi yang duduk di paling pinggir dekat pintu, semakin menempel keluar dan Aoi-pun semakin merasa tidak nyaman.
*sigh - sigh
Beruntung tidak terlalu lama dan perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit.
Ketika hendak keluar, rasa kesal kembali datang dan rasanya banyak kata-kata kasar yang ingin di ucapkan...
*sigh
Setelah turun dari bus, seperti biasa Aoi menunggu lampu lalu lintas berubah warna yaitu berubah menjadi merah. Tidak hanya Aoi, ada beberapa penyeberang lainnya yang dari arah berlawanan..
tetapi...
tiba-tiba saja ada seorang pengguna motor yang melintas dengan kecepatan penuh!
Tidak hanya Aoi, seorang ibu-ibu juga kaget dan kita berdua hanya dapat menatap satu sama lain dengan rasa kesal dan kaget.
*sigh
Sayangnya kejadian seperti ini dilanjutkan dengan hal yang tidak terduga.
Kurang dari 5 menit Aoi mengucap kata-kata serapah didalam hati dan terngiang di otak, tiba-tiba saja ada seekor kucing yang cukup besar terlihat ketakutan. Kucing tersebut terlihat panik! Aoi yang ikut merasa bingung dan mencoba untuk menghalangi menyebrang, mencoba untuk menghalangi. Namun kucing tersebut masih terlihat panik.
Aoi yang mendadak penasaran, mencoba melihat sekitar apakah ada kucing lainnya yang mungkin menjadi pusat perhatiannya....
Tetapi...
Kucing tersebut mendadak menyebrang dan langsung saja kurang dari 1 menit, sebuah mobil putih yang cukup besar melintas dengan kecepatan tinggi, melindas kucing di ban depan dan belakang.
Kucing yang sebelumnya masih berada di depan Aoi kini...
sudah tidak ada...
Kucing tersebut berada di tengah jalan, dan hingga ada sebuah angkot berhenti dan berteriak untuk meninta salah satu tukang untuk mengangkat jasad kucing tersebut.
Seluruh tubuh Aoi terasa dingin dan ingin rasanya menangis. Banyak hal yang ingin Aoi lakukan dan beberapa kemungkinan yang ... bisa saja membuat kucing tersebut terhindar dari kecelakaan tersebut...
Nasi sudah menjadi bubur...
Aoi hanya dapat kembali melangkahkan kaki menuju kantor dengan perasaan berat...
Dari sini Aoi belajar bahwa ucapan dalam hati bisa menjadi sebuah doa... dan terjadi bukan kepada orang yang di maksudkan... tetapi bisa mengena kepada ' orang / mahluk ' lainnya..
Kejadian seperti ini membuat Aoi semakin mencoba belajar untuk semakin sabar dengan keadaan yang seperti ini..
Menahan emosi dan amarah... baik dalam perkataan di ucapkan diluar ataupun di dalam hati...
No comments:
Post a Comment